Teknik Renang Gaya Kupu-kupu

Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Gaya kupu-kupu adalah gaya renang terbaru dalam pertandingan renang. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada tahun 1933.
Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.
Sejarah
Pada akhir tahun 1933, perenang Amerika Serikat bernama Henry Myers berenang gaya kupu-kupu di perlombaan renang Brooklyn Central YMCA. Gaya kupu-kupu merupakan hasil pengembangan gaya dada. Pelatih renang David Armbruster dari Universitas Iowa meneliti masalah hambatan air sewaktu berenang gaya dada. Pada tahun 1934, Armbruster diduga telah memperbaiki metode mengayunkan lengan ke depan sewaktu berenang gaya dada. Armbruster menyebut gaya “baru” tersebut sebagai gaya “kupu-kupu”. Walaupun gaya kupu-kupu sulit dipelajari, perenang gaya kupu-kupu bisa berenang lebih cepat. Pada tahun berikutnya (1935), perenang Jack Sieg dari Universitas Iowa mengembangkan teknik menendang seperti sirip ekor ikan, Sieg berenang dengan tubuh dimiringkan ke salah satu sisi. Ia menyebut tendangannya sebagai “tendangan sirip ekor lumba-lumba”. Armbruster dan Sieg lalu bersama-sama mengembangkan kedua teknik ini menjadi gaya renang yang sangat cepat. Satu ayunan lengan kupu-kupu dipadu dengan dua tendangan lumba-lumba. Richard Rhodes mengklaim bahwa Volney Wilson adalah orang yang menciptakan “tendangan lumba-lumba” setelah mempelajari gerakan ikan. Volney Wilson mencoba gerakan barunya di penyaringan wakil Amerika Serikat untuk Olimpiade 1938. Hasilnya, Wilson terkena diskualifikasi.

Teknik Renang Gaya Kupu Kupu (Butterfly Stroke) :

1) Gerakan kaki yang dipakai adalah dolphin kick (gerakan kaki lumba-lumba). Kedua kaki dirapatkan dan mengayun bersama-sama. Ingat, lutut jangan ditekuk (maksudnya: jangan ditekuk terlalu banyak) karena jika ditekuk akan membuat badan bagian bawah kita tenggelam.

2) Gerakan tangan kita dibawah air adalah tarik (pull) dan langsung dilanjutkan dengan dorong (push). Kedua gerakan ini hendaknya membentuk lekuk lubang kunci. Gerakan tarik membentuk setengah lingkaran (keluar lalu kedalam), dan langsung dilanjutkan dengan gerakan dorong sampai pinggang atau pangkal paha kita. Tujuan dari membentuk lekuk lubang kunci adalah untuk memperbesar gaya dorong ke depan, karena air yang kita kayuh akan selalu volume air yang baru (yang masih diam).

Gerakan dorong harus dilakukan dengan sangat cepat (accelerated), dengan arah lurus ke belakang. Sesudah itu tidak usah ada hentian, namun langsung berlanjut ke gerakan recovery (yakni gerakan tangan diatas air). Ini yang akan membuat tubuh bagian atas terangkat keatas. Jika tangan kita berhenti pada akhir gerakan dorong, maka tubuh bagian atas kita akan keburu tenggelam, sehingga kita akan sulit dan berat dalam melakukan gerakan recovery. Jadi, gerakan dorong dan gerakan recovery adalah satu kesatuan. Tidak usah ada hentian diantara keduanya.

3) Gerakan tangan kita diatas air disebut sebagai recovery. Lakukanlah recovery dengan mengeluarkan energi sekecil mungkin, sehingga akan benar-benar menjadi recovery bagi kita. Sebab, sesudah itu tugas berat sudah menunggu kedua tangan kita: mengayuh di bawah air. Kebanyakan pemula, termasuk saya sekarang ini, sepertinya melakukan recovery dengan energi yang sangat besar. Padahal semestinya recovery bisa dilakukan dengan santai. Caranya, maksimalkan akselerasi pada akhir gerakan dorong tangan Anda, sehingga sisa momentumnya cukup untuk melakukan gerakan recovery.

Gerakan tangan saat recovery adalah jempol dibawah dan kelingking diatas. Telapak tangan menghadap ke arah luar, bukan menghadap ke arah bawah. Pertahankan ini sampai kedua tangan masuk kembali kedalam air. Jarak antar kedua tangan waktu masuk ke air adalah selebar bahu. Begitu kedua tangan masuk kedalam air, nikmatilah terbang melayang dengan langsung menggerakkan kedua tangan ke arah luar (fase awal dari gerakan membentuk lekuk lubang kunci).

4) Pinggul harus ikut bergerak naik dan turun. Sehingga gerakan lumba-lumba tidak hanya dilakukan oleh kaki, namun oleh seluruh badan. Tangan, tubuh bagian atas, pinggul, dan kaki: semuanya harus harmonis dan ritmis dalam melakukan gerakan bergelombang. Sesudah kedua tangan masuk kedalam air, angkat pinggul sampai menyembul ke permukaan air. Sesudah itu diikuti dengan tendangan kaki.

5) Ketika kedua tangan masuk ke dalam air, jangan sampai kepala dan tubuh bagian atas kita tenggelam ke bawah terlalu dalam. Caranya, tahanlah gaya jatuh yang terjadi dengan kedua tangan kita.

6) Terangkatnya tubuh bagian atas kita keatas air tidak usah terlalu tinggi, cukuplah sebatas dagu kita berada persis diatas permukaan air dimana ketika itu kita mengambil nafas. Sebab jika kita naik terlalu tinggi, kecepatan kita ke arah depan akan berkurang. Ingat, gaya kupu-kupu bukan gaya dada.

7) Pada setiap siklus terdapat dua kali tendangan. Tendangan pertama dilakukan pada saat kedua tangan masuk kedalam air. Tendangan kedua, yang dilakukan dengan lebih kuat, dilakukan di tengah-tengah gerakan kayuhan tangan. Tendangan kedua inilah yang akan mempermudah kedua tangan kita dalam melakukan recovery. Jika kita dalam satu siklus hanya menendang satu kali, sudah pasti kita akan lebih sulit dalam melakukan gerakan tangan recovery.

8) Ketika didalam air, hadapkan wajah ke bawah. Dekatkan dagu ke dada Anda. Ini akan membantu tubuh Anda bisa streamline. Anda baru perlu menghadap ke depan ketika mengambil nafas.

9) Anda hanya punya sedikit waktu untuk menghirup udara. Yakni pada saat tubuh Anda naik lalu Anda mendongakkan kepala ke arah depan. Jangan melakukannya terlalu lama, karena bisa mengganggu kesempurnaan gerakan recovery. Anda tidak harus bernafas pada setiap siklus. Pada saat Anda tidak ingin bernafas, tetaplah menghadapkan wajah Anda ke arah bawah. Tidak usah mendongakkan kepala keatas permukaan air. Namun soal bernafas ini preferensi tiap orang. Terserah orangnya, mana yang sekiranya lebih nyaman buat dia. Michael Phelps contohnya, malah mengambil udara setiap siklus, dan dia tetap yang tercepat. Jadi, bagaimana Anda bernafas, sangat tergantung pada Anda sendiri.

Dari sembilan poin ini, yang sulit melakukan recovery.

Penyebab pertama, tendangan hanya dilakukan satu kali per siklus. Mestinya dilakukan dua kali per siklus, dengan tendangan yang lebih kuat pada saat tangan sedang mengayuh dibawah air.

Penyebab kedua, terdapat jeda atau hentian di akhir gerakan kayuhan tangan. Semestinya gerakan kayuhan menyatu dengan gerakan recovery. Bahkan, hendaknya akselerasi dimaksimalkan pada akhir gerakan kayuhan, biar sisa momentumnya bisa dipakai untuk gerakan recovery.

Penyebab ketiga, mengambil udara dilakukan terlalu lama.
Dan agar gaya kupu-kupu kita lebih cepat, usahakan tubuh kita selalu steamline. Artinya, amplitudo tubuh kita jangan terlalu jauh dari permukaan air.

Dan untuk itu, perhatikan beberapa hal berikut.
Pertama, jangan naik terlalu tinggi ketika bernafas.
Kedua, sewaktu kedua tangan masuk kedalam air, tubuh bagian atas jangan tenggelam terlalu dalam. Tahanlah dengan kedua tangan.

Ketiga, tubuh bagian bawah jangan terlalu tenggelam. Caranya: jangan tekuk lutut ketika melakukan gerakan kaki, dan hadapkan wajah ke bawah (dagu mendekat ke dada) kecuali ketika mengambil nafas.

Akhirnya, untuk belajar renang gaya kupu-kupu, lakukan dulu perlahan-lahan. Fokuslah pada ketepatan tekniknya terlebih dahulu. Demikian juga pastikan ritme sudah konsisten. Kalau itu sudah, silakan Anda perlahan-lahan menambah kecepatan, sesuai dengan bertambahnya kesempurnaan teknik dan juga ketahanan (stamina)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.inginlihat.com/2012/02/teknik-renang-gaya-kupu-kupu.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_kupu-kupu

http://indobeta.com/renang-gaya-kupu-kupu/6895/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: